Umum

7 Series Game Dragon Warrior Pertahankan Nuansa Asli

28
×

7 Series Game Dragon Warrior Pertahankan Nuansa Asli

Sebarkan artikel ini

Game Dragon Warrior Yang Di Pertahankan Nuansanya

Saat memikirkan tentang game genre RPG yang sangat populer yang terbersit pasti garapan dari Square Enix. Salah satunya adalah seri Dragon Quest atau yang dikenal dengan game Dragon Warrior. 

Perubahan nama Dragon Warrior disebabkan oleh hak paten dari Simulations Publications yaitu sebagai nama untuk Pen and Paper RPG ciptaannya. Dengan pendekatan storytelling dan beragam fitur sederhananya membuat game ini mudah untuk dimainkan. 

Sehingga Dragon Quest dapat dimainkan oleh berbagai kalangan,  tak heran kalau game ini sangat populer di negara asalnya, Jepang. Berikut perjalanan series game Dragon Quest:

1. Dragon Quest (27 Mei 1986)

Dragon Quest diyakini sebagai pioneer genre RPG di dunia game sekaligus yang memperkenalkan berbagai fitur permainan pada game-game lainnya. Plot Dragon Quest sangatlah sederhana.  

Karena pemain sebagai hero bertugas untuk menyelamatkan Kingdom of Alefgard dari jahatnya Dragonlord. Kesederhanaan inilah yang akhirnya diterapkan di tiap gameplay. Tanpa fitur-fitur yang rumit pemain bisa menguasai permainan dengan mudah.

2. Dragon Quest II (16 Januari 1987)

Pada seri ini pemain berperan sebagai Prince of Mildenhall yang harus berhadapan dengan penyihir jahat bernama Hagon. Pengembang juga menambah jumlah party member menjadi 3 yang mempunyai kelas tersendiri. 

Pertarungan yang dihadirkan lebih intens dari sebelumnya sehingga skill sangat dibutuhkan. Pemain juga dibebaskan menjelajah dan mengakses lokasi dengan kapal laut yang bisa mendarat dimana pun.

3. Dragon Quest III (10 Februari 1988)

3 game ini dinamakan sebagai Erdrick Trilogy karena berkaitan dengan legenda Erdrick di Jepang. Di seri ini pemain harus menghadapi monster jahat yaitu Baramos. Dragon Quest III atau game Dragon Warrior ini sangat populer di Jepang dan  menjadi game terbaik platform NES. Terdapat sistem kelas dalam permainan ini yang dapat diganti oleh pemain.

4. Dragon Quest IV (11 Februari 1990)

Ini menjadi game pungkasan yang diluncurkan platform NES dan sangat berbeda dengan 3 game sebelumnya. Dragon Quest IV memiliki 5 bagian storyline yang menceritakan masing-masing karakter. 

Di versi remake bahkan juga ada chapter tambahan untuk bonus dungeon yang menantang. Uniknya, di seri ini pemain bisa memberi perintah kepada party member karena ada AI-system bernama Tactics.

5. Dragon Quest V (27 September 1992)

Perubahan platform SNES memberi dampak signifikan terhadap seri ini. Tampilan menjadi lebih mantap membuat karakter di dalamnya terlihat jelas. Storyline dimulai dari sang hero dilahirkan hingga menikah dan memiliki anak. 

Fitur terbaik juga banyak ditambahkan seperti konsep monster collecting. Setiap monster juga akan dibekali dengan level up, equipment, dan skill tersendiri sehingga pemain dapat menyesuaikan.

6. Dragon Quest VI (9 Desember 1995)

Seri ini menjadi game terakhir yang dikembangkan Chunsoft. Awalnya game ini memiliki storyline biasa, namun keadaan menjadi sulit ketika banyak karakter utama yang mengalami amnesia. 

Serunya lagi pemain akan mengetahui bahwa ada dunia lain selain Real World, yaitu Dreamworld (Ya! Dunia Mimpi). Seri ini juga memiliki class system, seperti Starter class hingga Hybrid class.

7. Dragon Quest VII (26 Agustus 2000)

Seri ini menandai kemunculan pertamanya di konsol PlayStation yang sekaligus menjadi game paling booming di Jepang. Ini adalah game terakhir yang di-publish Enix. 

Saat pemain menjadi seorang hero yang tengah menjelajahi dunia, hadirlah Demon Lord yaitu Orgodemir. Perubahan besar akan dirasakan dalam game ini seperti lokasi yang lebih luas, banyaknya main quest atau side quest.

Series Dragon Quest sebenarnya merupakan game Dragon Warrior yang telah mengalami perubahan nama. Penggantian ini disebabkan oleh masalah hak paten yang telah dimiliki terlebih dahulu oleh pihak lain. 

Jadi jangan bingung lagi karena game ini memiliki konsep yang sama. Bahkan di sepanjang series yang dimiliki storyline-nya berangkat dari cerita yang hampir sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *