Tips & Trik

5 Cara Memegang Kamera Agar Tidak Mengalami Getaran

×

5 Cara Memegang Kamera Agar Tidak Mengalami Getaran

Sebarkan artikel ini
cara memegang kamera

Dalam menggeluti dunia fotografi, penting bagi setiap individu untuk menguasai cara memegang kamera dengan benar. Kemahiran ini sangat krusial dalam mencapai hasil foto atau video yang memuaskan, mengingat terkadang gemetaran tangan dapat mengganggu hasil akhir.

Proses menciptakan karya fotografi yang berkualitas memang tidaklah mudah. Sejumlah faktor perlu diperhatikan, mulai dari pencahayaan yang tepat, teknik framing objek, hingga khususnya, cara memegang kamera. Di bawah ini kami sajikan beberapa langkah untuk mengamankan kamera agar tidak mengalami getaran:

1. Tangan Kanan Pada Shutter dan Tangan Kiri Pada Lensa

Prosedur awal ini melibatkan penggunaan kedua tangan secara simultan. Di tangan kanan, hanya dua jari yang terlibat, yakni jari telunjuk yang menempati tombol shutter, sementara ibu jari berada di tombol navigasi.

Peran ibu jari yang ditempatkan di tombol navigasi adalah untuk mempermudah pengaturan pencahayaan. Di sisi lain, tangan kiri bertanggung jawab atas pegangan bagian bawah lensa untuk memastikan penempatan bidikan yang akurat, serta memungkinkan siku bersandar pada tubuh atau perut.

2. Kedua Lengan Bertumpu Pada Perut/Tubuh

Untuk mengamankan pengambilan gambar tanpa getaran yang berlebihan, metode memegang kamera dengan benar adalah dengan menopang kedua lengan pada perut ketika memotret dalam posisi berdiri atau tegak. Ini bertujuan untuk mengurangi kegetiran gambar akibat getaran, terutama saat tidak ada tripod yang tersedia.

Meskipun demikian, jika tersedia atau dibawa, menggunakan tripod sangat disarankan untuk menghindari kelelahan saat memotret dan meminimalkan risiko getaran. Namun, jika terjadi kelupaan dalam membawa atau ketiadaan tripod, teknik memotret tanpa tripod tetap dapat diterapkan sebagai alternatif yang efektif.

3. Letakkan Tangan Kiri Pada Kaki Kiri Dalam Posisi Jongkok

Untuk mendapatkan hasil yang optimal saat memotret bagian tubuh setengah bagian bawah, disarankan untuk mengambil posisi jongkok. Dengan demikian, penempatan tangan kiri pada kaki kiri menjadi penting untuk memastikan stabilitas dan kenyamanan.

Selain itu, perhatian khusus juga perlu diberikan pada penempatan kaki. Saat berjongkok, pastikan kaki kanan menghadap ke belakang sementara kaki kiri menghadap ke depan.

Dengan posisi ini dapat dengan mudah menumpukan siku tangan kiri pada paha atau lutut kaki kiri untuk mempertahankan keseimbangan dan stabilitas yang diperlukan.

4. Lengan Bertumpu Pada Tanah Dalam Posisi Tengkurap

Metode berikutnya yang bisa digunakan adalah posisi tengkurap untuk pengambilan sudut pandang rendah atau low angle. Ketika mengadopsi posisi ini, lengan tidak lagi bertumpu pada badan, melainkan pada permukaan tanah tempat badan diletakkan. Penting juga untuk tidak membuka tangan terlalu lebar dalam posisi ini.

Penting untuk memperhatikan penempatan siku agar tidak terkena kotoran atau terluka saat berada dalam posisi tengkurap. Selain itu, pastikan bahwa area tempat untuk posisi tengkurap telah dibersihkan dan aman.

5. Berdiri Dengan Memasang Kuda-kuda Untuk menjaga kestabilan Tubuh

Saat melakukan pemotretan berdiri, perlu untuk memperhatikan posisi kaki juga, bukan hanya fokus pada tangan semata. Penempatan kaki juga memiliki dampak pada hasil akhir foto.

Untuk memastikan posisi kaki yang tepat, disarankan agar kaki kiri menghadap ke depan sementara kaki kanan menghadap ke belakang. Penting juga untuk menjaga agar jarak antara kaki tidak terlalu lebar atau terlalu rapat, sama halnya dengan jarak antara tangan.

Nah itulah tadi uraian serta penjelasan tentang cara memegang kamera agar tidak ada getaran dan hasil fotonya bisa menjadi bagus. Penguasaan teknik dasar fotografi akan memudahkan pelaksanaan hobi memotret secara signifikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *