Rekomendasi 5 Emulator Android Paling Ringan dan Cepat Bagi Komputer Berspesifikasi Rendah

Emulator Android Paling Ringan dan Cepat, Berikut Rekomendasinya

emulator android paling ringan dan cepat

Emulator adalah jawaban untuk menjalankan suatu aplikasi atau permainan yang tidak tersedia pada perangkat tersebut, misalnya Android. Untuk menjalankan aplikasi atau Android di komputer, penggunanya akan membutuhkan emulator Android paling ringan cepat. Lalu, apakah komputer jadul dapat menggunakannya?

Seperti yang diketahui, emulator adalah program yang dikenal membutuhkan performa CPU dan komputer untuk dijalankan. Untuk emulator Android, beberapa emulator yang cukup bersahabat untuk komputer low-spec. Berikut macam-macam emulator yang wajib dicoba:

1. BlueStacks 5

Ketika membicara emulator Android paling ringan dan cepat, BlueStacks dianggap menjadi emulator yang terpilih. Dengan versi terbarunya yaitu BlueStacks 5, emulator tersebut semakin ramah digunakan untuk komputer atau laptop low-spec.

BlueStacks menjadi populer bukan karena semata. Emulator ini gratis digunakan dan tanpa mengeluarkan iklan pop-up untuk memberi kenyamanan bagi penggunanya. Dengan BlueStacks 5, aplikasi dan game menjadi lebih cepat dijalankan dengan performa yang lebih stabil.

Apabila performa BlueStacks masih kurang stabil, pemain dapat menggunakan fitur Eco Mode. Fitur ini tersedia untuk mengurangi konsumsi emulator, sehingga performa dapat menjadi lebih lancar.

2. LDPlayer 9

LDPlayer merupakan emulator Android yang paling banyak diunduh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Emulator ini telah mendapat versi terbarunya yaitu LDPlayer 9, yang mampu memberikan kinerja lebih ringan.

LDPlayer dianggap cocok sebagai emulator gaming karena kemampuannya untuk memberikan tampilan dan visual terbaik. Hal ini terutama pada game yang memiliki grafis tinggi, dimana terkadang tampilannya menjadi patah-patah apabila dijalankan dengan emulator.

Perihal spesifikasi, LDPlayer hanya memerlukan minimal 2 GB dengan CPU Dual Core. Untuk komputer atau laptop yang , LDPlayer masih dapat digunakan untuk bermain game.

3. NoxPlayer 7

NoxPlayer juga merupakan emulator Android paling ringan dan cepat, terutama untuk komputer yang memiliki spesifikasi rendah. Pasalnya, apabila RAM dan CPU kurang mendukung, Nox memberikan fitur Graphic Drivers Switch. Fitur ini akan menggunakan untuk menambah performa emulator.

Selain sebagai emulator, Nox juga memberikan beragam fitur yang dapat membantu menggunakan aplikasi atau game pada emulator. Nox juga memberikan fitur seperti backup, dimana -data emulator Android dapat disimpan dan dipulihkan kembali jika ingin di install ulang.

4. Droid4x

Dianggap sebagai emulator paling ringan, Droid4x tidak kalah dalam menyajikan performa emulator Android dibandingkan emulator-emulator yang lebih dikenal. Hanya membutuhkan 8 , Droid4x tidak hanya ramah dengan performa komputer, namun juga ramah dengan tempat penyimpanan.

Meski hanya 8 MB, Droid4x memiliki fitur-fitur emulator yang lengkap. Bagi yang ingin merekam, emulator tersebut memiliki fitur built-in recorder, sehingga penggunanya tidak membutuhkan aplikasi recorder pihak ketiga.

Selain recorder, Droid4x juga mendukung fitur add-ons. Dengan fitur ini, Droid4x dapat dikontrol dengan menggunakan berbagai controller, hingga menggunakan smartphone sebagai controller. Apabila ingin menggunakan keyboard atau mouse, Droid4x masih memiliki fitur Key Mapping.

5. Genymotion

Emulator Android paling ringan dan cepat yang terakhir adalah Genymotion. Berbeda dengan emulator yang disebutkan di atas, Genymotion merupakan emulator berbayar yang dapat dijalankan di browser. Meski begitu, Genymotion juga memiliki versi aplikasi.

Emulator ini tidak hanya direkomendasikan untuk pengguna kasual saja. Bagi yang ingin mengembangkan aplikasi Android, dapat mengetes aplikasinya dengan fitur yang diberikan pada Genymotion.

Soal performa, Genymotion dapat digunakan untuk komputer berspesifikasi rendah. Aplikasi emulator tersebut memiliki 3000+ pengaturan Android, dan mampu dijalankan untuk operasi sistem x86 (32-bit).

Sekian rekomendasi berbagai emulator Android paling ringan dan cepat. Meski emulator-emulator tersebut bersahabat dengan perangkat low-spec, namun pastikan aplikasi yang dijalankan juga bersahabat. Ada baiknya untuk sedikit menambah RAM agar proses emulasi menjadi lebih baik.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *