Bisnis

Raup Keuntungan dari Jualan Ikan Asin, Ini Tipsnya!

6
×

Raup Keuntungan dari Jualan Ikan Asin, Ini Tipsnya!

Sebarkan artikel ini

Keuntungan dari Jualan Ikan Asin yang Harus Diketahui

Ikan asin adalah salah satu olahan makanan yang cukup banyak digemari masyarakat Indonesia. Hal ini yang mendasari orang untuk mulai jualan ikan asin karena mempunyai prospek yang besar.  Namun acap kali bisnis ini dipandang sebelah mata. 

Peluang bisnis ini cukup besar karena ikan asin kerap dijumpai di banyak tempat seperti pasar, warung bahkan pusat oleh-oleh. Bagi pebisnis ini adalah salah satu sumber pendapat yang baik. Berikut beberapa tips bagi pebisnis ikan asin yang sedang memulai usahanya:

1. Memilih Ikan Segar

Memilih ikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan ikan asin adalah hal yang penting dilakukan. Ikan harus dalam keadaan segar dan memiliki kualitas yang baik sebelum diolah. Carilah ikan segar di pelelangan ikan atau yang bekerja sama dengan nelayan setempat.

Ikan yang biasanya diolah menjadi ikan asin antara lain teri, tenggiri, gabus, sepat, laying, peda, cumi. Pastikan juga bobot ikan yang akan diolah dan dijual sesuai. Kualitas ikan akan mempengaruhi hasil dan ketahanan ikan asin itu sendiri.

2. Menguasai Metode Pengolahan Ikan Asin

Mengolah ikan asin memang kedengarannya mudah dilakukan, padahal pada kenyataannya cukup sulit apabila tidak menguasai metode yang benar. Jika salah langkah sedikit saja, maka hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan permintaan pasar. 

Proses singkatnya ikan dibersihkan lalu kemudian dipotong dan diberi garam lalu dikeringkan. Pengolahan ikan asin ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mencapai keadaan kering yang bagus dan sesuai. Tidak hanya itu saja, potongan ikan juga harus sesuai tidak boleh terlalu besar dan terlalu kecil.

3. Mengemas Ikan Asin

Proses pengemasan juga harus hati-hati. Setelah selesai diolah dan jadi maka selanjutnya dikemas ke dalam wadah toples maupun plastik kedap udara. Ini bertujuan agar kerenyahan dari ikan asin tidak hilang dan dalam keadaan utuh sampai di tangan pembeli.

Dalam hal ini pebisnis harus pintar berkreasi agar packaging tampak menarik dan mempunyai ciri khas sendiri. Selain itu juga, ikan asin memiliki sifat yang mudah hancur makan pebisnis harus mencari cara bagaimana menjaga keutuhan dari produknya itu sendiri.

4. Menyimpan Produk Jadi

Ikan asin memang mempunyai masa kadaluarsa yang cukup lama namun bagaimana cara menyimpan produk yang siap jual juga harus diperhatikan. Ikan asin tidak dapat disimpan ditempat yang terlalu panas dan juga tidak terlalu lembab.

Menyimpan ikan asin dalam suhu lembab akan mempercepat proses pembusukan dan jika disimpan ditempat terlalu panas akan mengakibatkan penyusutan pada ikan asin itu sendiri. Mempelajari metode penyimpanan produk ini juga menjadi hal yang sangat penting diketahui.

5. Menentukan Harga dan Target Pasar

Persaingan harga antar pebisnis ikan asin adalah hal yang wajar. Pebisnis harus menentukan terlebih dahulu target penjualannya. Dengan menentukan target pemasaran akan memudahkan untuk menentukan harga jualnya. Ada baiknya jika mencari target yang bisa dijadikan pelanggan tetap untuk kedepannya.

Apabila target sasaran kalangan rumah tangga ada baiknya diberikan harga yang terjangkau dengan lapisan masyarakat. Begitu pula jika ke rumah makan, restoran atau UMKM maka harga perlu disesuaikan lagi agar bersaing dan dapat menarik minat mereka menjadi pelanggan.

6. Mempromosikan Produk

Mempromosikan produk adalah salah satu tips jualan ikan asin yang perlu diperhatikan. Melakukan promosi melalui media sosial adalah hal umum. Namun tidak semua orang menggunakan media sosial yang membuat pebisnis harus mencari cara agar produknya dikenal banyak konsumen.

Dengan memanfaatkan e-commerce dan kecanggihan teknologi saat ini akan menarik konsumen untuk mengetahui dan membeli produk ikan asin yang ditawarkan. Memberikan diskon menarik untuk konsumen adalah strategi promosi penjualan yang jitu.

Dengan menerapkan beberapa tips jualan ikan asin di atas menjadi acuan bagi pebisnis untuk memulai usahanya dan meraup banyak keuntungan. Jika konsumen memberikan kritik dan saran jadikan itu sebagai bahan evaluasi. Hal ini kerap terjadi agar kualitas produk tetap terjamin kualitasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *