Bisnis

Tips Memulai Usaha Jualan Ayam Potong Keliling Untuk Pemula

30
×

Tips Memulai Usaha Jualan Ayam Potong Keliling Untuk Pemula

Sebarkan artikel ini

Jualan Ayam Potong Keliling yang Harus Diketahui Oleh Pemula

Meningkatnya konsumsi ayam di Indonesia memicu ramainya usaha jualan ayam potong keliling. Seperti yang sudah diketahui, ayam adalah makanan lauk-pauk yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. 

Tidak hanya itu, berbagai rumah makan atau tempat makan juga banyak menawarkan menu olahan ayam. Jadi tidak heran jika permintaan akan daging ayam selalu tinggi. 

Usaha jualan ayam potong keliling ini juga menjadi peluang usaha yang potensial di tengah pandemi seperti sekarang ini. Lalu, apa saja panduan cara memulai bisnis jual ayam potong untuk pemula?

1. Tetapkan Posisi yang Akan Diambil

Cara memulai bisnis ayam potong yang pertama yaitu, pengusaha perlu menetapkan posisi dulu. Pasti banyak yang berpikir posisi apa itu? Nah jadi dalam dunia ayam potong, banyak posisi yang bisa diambil. Penjual bisa bertindak sebagai produsen ayam potong, atau sebagai pedagang ayam potongnya. 

Jika ingin menjadi produsen, itu berarti pengusaha perlu menyiapkan modal. Modal yang diperlukan bukan hanya uang saja, tapi juga modal tanah dan kemampuan. Tapi jika memilih untuk menjadi pedagang ayamnya, modal yang dibutuhkan juga lebih sedikit. 

Pedagang tidak harus mencari tempat untuk berjualan, sebab pedagang bisa berjualan di depan rumah atau berkeliling. Tapi pastinya, jika menjadi produsen, pendapatan juga lebih banyak dibandingkan menjadi pedagang.

2. Tentukan Harga Jual dengan Benar

Setiap bisnis, harga merupakan salah satu hal yang sangat sensitif, termasuk juga untuk bisnis jual ayam potong ini. Biasanya para pengusaha ayam potong mendapatkan harga dari hasil hitungan karkas ayam. Ayam karkas sendiri adalah daging ayam yang sudah dipotong-potong dan siap untuk dijual. 

Untuk menentukan harga jualan ayam potong keliling ini, juga ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Di antaranya adalah tentang jenis kelamin ayam tersebut, umur, kulit, bulu, dan juga lemaknya.

3. Rawat Ayam dengan Baik

Namanya saja bisnis jual ayam potong, yang menjadi primadonanya adalah ayam itu sendiri. Dengan merawat ayam dengan baik, maka kualitas ayam potong pengusaha akan semakin baik pula. 

Jika bisnis pedagang lebih mengutamakan tentang kualitasnya, maka pelanggan akan terus bertambah. Karena banyak orang yang lebih memilih membeli harga lebih dengan barang yang berkualitas, daripada sebaliknya.

4. Cari Saluran Penjualan Ayam Potong

Ada beberapa cara dalam menjual ayam potong ini. Penjual bisa menjualnya dalam bentuk karkas ayam. Jika pengusaha adalah produsen, maka produsen bisa menjual ke pedagang eceran, supplier ayam potong, sampai kepada konsumen terakhir. 

Atau bisa mengolah ayam tadi menjadi produk jadi seperti nugget, tempura, setelah itu baru dijual. Jika peternak merupakan seorang pedagang eceran, maka penjual menjual ayam dengan target konsumen terakhir. 

Atau pengecer bisa membeli ayam dari supplier dalam bentuk ayam yang sudah jadi. Misalnya seperti ayam panggang, rica-rica, sosis, nugget, dan lainnya.

5. Penambahan Modal Bisnis

Bisa dibilang bisnis ini cukup panjang, dari tangan pertama sampai tangan terakhir. Jika pedagang merupakan produsen, maka penjual perlu memikirkan tentang tambahan modal. 

Dengan ketersediaan modal yang cukup, bisnis ayam potong yang dijalankan bisa lebih lancar dan berhasil. Penjual bisa menggunakan produk keuangan pinjaman berjangka dari Bank terpercaya sebagai sumber tambahan modal, yang memang bisa menjadi solusi tepat bagi para pengusaha.

Itulah beberapa panduan cara memulai bisnis ayam potong keliling untuk pemula. Siapkan bisnis ini sebaik mungkin, pikirkan apa saja yang perlu diperhatikan. Dengan menyediakan daging yang segar, pengusaha bisa menambah pelanggan dan keuntungan untuk usahanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *